Jumat, 01 Februari 2013

Bubarnya Partai Nasdem

nasdem
JL.PESANTREN. Bubarnya partai Nasdem Kota Cimahi tidak akan berpengaruh kepada kinerja atau tugas KPU Kota Cimahi dalam kaitan penyelenggaraan pemili 2014.
"Jadi kalau kaitan bubarnya nasdem kota cimaIihi itu lebih merupakan persoalan mereka sediri. Kaitannya dengan tugas KPU, saya kira tidak akan berdampak apa-apa. KPU itu kan hanya melakukan tugas menerima pendaftaran parpol atau melakukan verifikasi terhadap parpol bersangkut an," ungkap Ikin.



Ketika ditanya jika ada kelompok masyarakat yang mengaku atau mendirikan Nasdem Kota Cimah dengan target ikut Pemilu 2014, menurut Ikin hal itu harus dikembali kan dulu kepada aturan partai, yaitu AD/ART partai Nasdem. Menurutnya hal itu harus diselesaikan dulu di intern partai. KPU lanjutnya akan terbuka untuk menerima parpol manapun sepanjang teleh memenuhi ketentuan aturan yang ada.
"Jadi kalau terjadi seperti itu kita belum bisa menyatakan menerima atau menolak keberadaan pengurus baru tersebut. -tu silakan kembalikan dulu keAD/ART partai. Selain itu dengan mengkonsultasikan dulu dengan dDPW Nasdem Jabar." papar Ikin.
Diakui Ikin, Partai Nasdem merupakan salah satu parpol dari 8 parpol yang teleh lolos verifikasi faktual utk kepesertaan pemilu 2014. Dengan membubarkan diri lanjutnya, berarti parpol peserta pemilu cuma 7 orang, sesuai hasil verifikasi faktual yang dilakukan kpu Kota Cimahi.
Di Kota Cimahi memang sempat beredar isu akan muncul Nasdem Kota Cimahi yang baru setelah DPD Nasdem pimpinan Asep Taryana membubarkan diri beberapa hari lalu. Asep Taryana sendiri tak membanta terhadap kemungkinan masih adanya kader Nasdem Kota Cimahi yang masih loyal kepada DPP Nasdem pimpinan Surya Paloh. (AR).

Gebyar Ganjen Dipimpin Walikota Cimahi

ganjen
CIMAHI.- Gebyar "Gerakan Pemberantasan Jentik Nyamuk (Ganjen)" dipimpin langsung oleh Walikota Cimahi Atty Suharti Tochija di RW 11 Kel. Cigugur Tengah Kec. Cimahi Tengah Kota Cimahi, Jumat (1/2). Hal itu dilakukan sebagai upaya mengantisipasi serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD) dan cikungunya yang disebarkan nyamuk Aedes Aegypti.
Menurut Walikota Cimahi Atty Suharti Tochija, penanganan DBD dan cikunguya seharusnya dilakukan sejak awal musim hujan. "Begitu curah hujan harusnya langsung diantisipasi. Maka, perilaku hidup bersih dan sehat harus ditingkatkan," ujarnya.

Sejak Jumat (2/1), para kader Ganjen se-Kota Cimahi disiagakan untuk pemeriksaan jentik nyamuk di rumah warga, pemeriksaan sanitasi lingkungan, dan pemantauan warga yang didera penyakit DBD dan Cikungunya.
Selain walikota, aksi Ganjen juga dipantau langsung oleh Wakil Walikota Cimahi Sudiarto di RW 7 Kel. Citeureup Kec. Cimahi Utara dan Sekda Kota Cimahi Bambang Arie Nugroho di RW 5 Kel. Cibeureum Kec. Cimahi Selatan.
Pada tahun 2011, kasus DBD mencapai 460 kasus dengan 3 kasus kematian. Tahun 2012, penyakit DBD mencapai 891 kasus dengan 5 kasus kematian.
Untuk data Januari 2013, belum direkap keseluruhan dari rumah sakit dan puskesmas. Namun, trennya meningkat.
Untuk mengurangi resiko ancaman DBD, masyarakat harus kembali menggalakkan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan penerapan metode 3M Plus yaitu menutup genangan air, menguras genangan air dan mengubur sampah atau barang lainnya yang mengundang kerawanan perkembangan jentik nyamuk DBD. (NF)***
GAGAL RAMPAS TAS, MANTAN ANGGOTA XTC TERKAPAR DI ASPAL

Mantan anggota kelompok berandalan bermotor XTC berinisial AR (17), warga Baeleendah, Kab Bandung, terkapar di aspal jalan lantaran gagal merampas tas pengendara sepeda motor. Niatnya menjambret mendapat perlawanan dari sang korban. AR beserta empat kawannya menunggangi dua sepeda motor mencari mangsa di wilayah perkotaan Bandung. Terakhir Jalan Tamblong atau samping SPBU Naripan, komplotan penjambret itu beraksi.

"Modus tersangka memepet motor korban yang merupakan seorang pria. Salah satu pelaku mencoba merampas tas. Namun korban berhasil mempertahankan. Sempat terjadi pergumulan," kata Kapolsek Sumur Bandung Janter Nainggolan.

Korban seorang diri bernyali besar. Ia menabrakan motornya ke motor pelaku. "Dua pelaku itu pun tersungkur jatuh. Salah satu pelaku berinisial V kabur. Tiga pelaku lainnya juga ikut tancap gas. Sedangkan AR yang masih tergeletak bersama motornya sempat dipukul korban," jelas Janter.

Lantaran korban melawan, AR mengacungkan samurai ke arah korban. Sadar tak seimbang, korban meminta pertolongan. Sejumlah pegawai SPBU mendengar teriakan meminta tolong bergegas menghampiri. Namun pelaku berhasil melarikan diri. Polisi yang melintas mengamankan motor AR, dan selanjutnya memburu anak baru gede tersebut.